<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>yai8.org</title>
	<atom:link href="http://yai8.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yai8.org</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 04:59:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Negara-Negara Arab Selayaknya Malu Pada Kelompok Aktivis Pembela Ghaza</title>
		<link>http://yai8.org/2008/08/negara-negara-arab-selayaknya-malu-pada-kelompok-aktivis-pembela-ghaza/</link>
		<comments>http://yai8.org/2008/08/negara-negara-arab-selayaknya-malu-pada-kelompok-aktivis-pembela-ghaza/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 01:44:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mardiko</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yai8.org/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Eramuslim. Negara-negara Arab seharus malu dan tergerak hatinya melihat keberanian para aktivis kemanusiaan yang berusaha melakukan perlawanan terhadap blokade rezim Zionis Israel di Jalur Ghaza.
Hal tersebut diungkapkan pimpinan Hamas Ismail Haniyah dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi Iran, Press TV. Dalam wawancara itu, Haniyah juga mendesak kepala otoritas pemerintahan Palestina Mahmud Abbas untuk melanjutkan dialog [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://www.freegaza.org/uploads/august2008/latuffsmall.gif"><img title="Free Gaza Caricature" src="http://www.freegaza.org/uploads/august2008/latuffsmall.gif" alt="Breaking the Siege" width="400" height="216" /></a><p class="wp-caption-text">Breaking the Siege</p></div>
<p>Eramuslim. Negara-negara Arab seharus malu dan tergerak hatinya melihat keberanian para aktivis kemanusiaan yang berusaha melakukan perlawanan terhadap blokade rezim Zionis Israel di Jalur Ghaza.</p>
<p>Hal tersebut diungkapkan pimpinan Hamas Ismail Haniyah dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi Iran, Press TV. Dalam wawancara itu, Haniyah juga mendesak kepala otoritas pemerintahan Palestina Mahmud Abbas untuk melanjutkan dialog demi kepentingan persatuan nasional dan mengakhiri perpecahan di antara mereka (Fatah-Hamas).</p>
<p><span id="more-70"></span>Haniyah mengatakan, kedatangan para aktivis kemanusiaan dengan menggunakan kapal-kapal motor penangkap ikan selayaknya mendorong para pimpinan negara-negara Arab untuk memobilisasi kekuataan untuk mengakhiri blokade rezim Zionis terhadap hak-hak rakyat Palestina.</p>
<p>Seperti diberitakan hari Sabtu (23/8), sekitar 46 aktivis perdamaian dari berbagai negara dengan menggunakan dua kapal motor penangkap ikan memberanikan diri masuk ke Jalur Ghaza lewat jalur laut.</p>
<p>Mereka menyebutnya perjalanan mereka sebagai Ekspedisi Gerakan Pembebasan Ghaza, karena tujuan mereka memang ingin mengakhiri blokade ekonomi dan sosial yang dilakukan Israel terhadap 1, 5 juta warga Ghaza. Para aktivis itu membawa bantuan kemanusiaan dan peralatan medis untuk warga Ghaza yang mengalami krisis kemanusiaan terburuk akibat isolasi yang dilakukan rezim Zionis Israel.</p>
<p>Sementara itu polisi Israel menangkap salam seorang aktivis AS keturunan Israel yang ikut dalam rombongan itu. Jeff Helper ditangkap karena dianggap telah melanggar larangan memasuki wilayah Ghaza yang diberlakukan Israel. Helper sudah tiga hari berada di Ghaza, sebelum akhirnya ditangkap di perbatasan Erez, ketika akan keluar dari Jalur Ghaza.</p>
<p>&#8220;Dia sedang menjalani pemeriksaan di kantor polisi kota Sderot karena telah melanggar dekrit militer Israel yang melarang warga negara Israel memasuki Jalur Ghaza, &#8221; kata Juru Bicara Kepolisian Israel, Micky Rosenfeld.</p>
<p>Kelompok aktivis dari 17 negara itu berangkat dari pelabuhan Cyprus dan rencananya akan kembali ke Cyprus hari Kamis (29/8). Mereka masuk ke Ghaza di bawah ancaman akan dibunuh oleh polisi Israel. Namun pihak Israel akhirnya mengizinkan para aktivis itu masuk ke Jalur Ghaza, karena ingin menghindari kecaman publik.</p>
<p>Para aktivis itu menyatakan akan membawa sejumlah warga Palestina keluar dari Ghaza. Di antaranya adalah para mahasiswa Ghaza yang dilarang keluar Ghaza oleh Israel sehingga tidak bisa melanjutkan kuliahnya di luar negeri. Menanggapi ancaman para aktivis itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan pihaknya belum menentukan tindakan apa yang akan mereka ambil. (ln/al-arby/presstv)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yai8.org/2008/08/negara-negara-arab-selayaknya-malu-pada-kelompok-aktivis-pembela-ghaza/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tim Ekpedisi Kapal untuk Membebaskan Ghaza</title>
		<link>http://yai8.org/2008/08/tim-ekpedisi-kapal-untuk-membebaskan-ghaza/</link>
		<comments>http://yai8.org/2008/08/tim-ekpedisi-kapal-untuk-membebaskan-ghaza/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 11:01:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mardiko</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yai8.org/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[




Eramuslim.
Aktivis perdamaian dan kemanusiaan dari organisasi Free Gaza Movement nekad untuk menerobos blokade Israel di Jalur Ghaza dengan menggunakan dua kapal penangkap ikan. Para aktivis yang berjumlah 44 orang itu memutuskan untuk masuk ke Jalur Ghaza lewat jalur laut, meski mendapat mendapat ancaman akan dibunuh.
Para pendukung aktivis itu sudah berkumpul di pelabuhan Larnaca, sebelah selatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl class="wp-caption aligncenter" style="width: 440px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.freegaza.org/uploads/august2008/huwaida_laying_roses_for_34_uss_liberty_sailors.jpg"><img title="Free Gaza" src="http://www.freegaza.org/uploads/august2008/huwaida_laying_roses_for_34_uss_liberty_sailors.jpg" alt="Free Gaza Ships" width="430" height="354" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p>Eramuslim.</p>
<p>Aktivis perdamaian dan kemanusiaan dari organisasi Free Gaza Movement nekad untuk menerobos blokade Israel di Jalur Ghaza dengan menggunakan dua kapal penangkap ikan. Para aktivis yang berjumlah 44 orang itu memutuskan untuk masuk ke Jalur Ghaza lewat jalur laut, meski mendapat mendapat ancaman akan dibunuh.</p>
<p>Para pendukung aktivis itu sudah berkumpul di pelabuhan Larnaca, sebelah selatan kepulauan Cyprus pada pukul 09.50 pagi waktu setempat, untuk melepas dua kapal yang mengangkut para aktivis itu menuju Ghaza. Sebuah kapal penjaga pantai, mengawal kapal-kapal mereka sampai sejauh tiga mil dari batas pantai Cyprus.</p>
<p><span id="more-66"></span>Para aktivis yang menamakan diri mereka tim Ekpedisi Kapal untuk Membebaskan Ghaza itu berasal dari 14 negara dari berbagai latar belakang mulai dari mahasiswa, pengacara dan wartawan dengan usia antara 22 tahun sampai 81 tahun Meski khawatir Israel kemungkinan akan menyabotase kapal-kapal mereka sebelum memasuki perairan Ghaza, para aktvis itu yakin bisa mencapai tujuan mereka untuk memberikan bantuan bagi warga Palestina di Jalur Ghaza yang terpuruk akibat blokade Israel.</p>
<p>Sebelumnya, Israel sudah mengingatkan kelompok kemanusiaan itu untuk tidak melakukan pelayaran ke Jalur Ghaza. &#8220;Area yang rencananya akan Anda lewati dengan kapal adalah area kekuasaan angkatan laut Israel dan semua kapal-kapal asing harus menyingkir dari zona perairan itu, &#8221; kata Menteri Luar Negri Israel dalam surat terbukanya pada peserta Ekpedisi itu.</p>
<p>Para peserta ekspedisi mengatakan bahwa mereka menerima ancaman dibunuh, setelah mengumumkan rencana ekspedisi itu. Mereka berharap ekspedisi ini bisa menarik perhatian dunia internasional terhadap nasib 1, 5 juta warga Ghaza. Dalam surat balasan mereka pada kementerian luar negeri Israel, para aktivis itu mengatakan, buruknya track record Israel terhadap warga Ghaza menjadi alasan mereka melakukan ekspedisi itu.</p>
<p>Dua kapal yang diberi nama Liberti dan Free Ghaza itu berlayar di bawah bendera Yunani dan membawa 200 alat bantu dengar serta sekitar 5.000 balon untuk anak-anak Ghaza. Bantuan alat dengar diperuntukkan bagi anak-anak Palestina yang mengalami gangguan pendengaran akibat suara-suara tembakan dan bom Israel.</p>
<p>&#8220;Tujuan dari perjalanan kami adalah untuk mematahkan blokade ilegal Israel di Jalur Ghaza sebagai langkah awal untuk mengakhiri penjajahan Israel atas Palestina, &#8221; demikian isi pernyataan Gerakan Pembebasan Ghaza dalam pernyataan sikapnya.</p>
<p>&#8220;Kami tidak peduli apa yang akan terjadi, kami akan mencapai tujuan kami dan membuktikan bahwa warga negara biasa dengan peralatan seadanya bisa membela hak-hak bangsa Palestina, &#8221; kata penyelenggara ekspedisi, Paul Larudee.</p>
<p>Gerakan Pembebasan Ghaza yang berbasis di AS ini, sudah menyiapkan lebih dari 200.000 warga Ghaza untuk menyambuk kedatang kapal-kapal para aktivis tersebut. Di antara para aktvis yang kebanyakan berasal dari AS dan Inggris, adalah Lauren Booth, ipar dari mantan perdana menteri Inggris Tony Blair.(ln/mol)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yai8.org/2008/08/tim-ekpedisi-kapal-untuk-membebaskan-ghaza/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ROHIS: Antara Eksklusif dan Inklusif</title>
		<link>http://yai8.org/2008/08/rohis-antara-eksklusif-dan-inklusif/</link>
		<comments>http://yai8.org/2008/08/rohis-antara-eksklusif-dan-inklusif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 08:58:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mardiko</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yai8.org/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya, ROHIS identik dengan sekumpulan anak yang rajin ke mesjid dan kurang terbuka dalam bergaul. Hal ini kadang menjadi stigma negatif yang sering dipermasalahkan baik ‘orang dalam’ maupun ‘orang luar’. Sebagian memandang ROHIS itu harusnya jangan tertutup, gimana mau beramar ma’ruf nahi munkar kalau tidak mampu bergaul. Dakwah kan masalah komunikasi, bagaimana pesan tersampaikan dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Biasanya, ROHIS identik dengan sekumpulan anak yang rajin ke mesjid dan kurang terbuka dalam bergaul. Hal ini kadang menjadi stigma negatif yang sering dipermasalahkan baik ‘orang dalam’ maupun ‘orang luar’. Sebagian memandang ROHIS itu harusnya jangan tertutup, gimana mau beramar ma’ruf nahi munkar kalau tidak mampu bergaul. Dakwah kan masalah komunikasi, bagaimana pesan tersampaikan dengan baik kalo aktivis-aktivis ROHIS bersikap menutup diri?</p>
<p>Tapi sebagian lagi ada yang berpendapat bahwa hal itu tidak masalah bahkan sesuatu yang baik karena dengan begitu aktivis rohis mampu mencontohkan bagaimana akhlak seorang muslim dan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang ada di dalam pergaulan anak muda pada umumnya. Selain itu, ROHIS dan aktivisnya terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif yang bertolak belakang dengan upaya dia untuk memperbaiki diri di lingkungan yang Islami. Eksklusif sebenarnya bukan disengaja, tapi konsukensi karena kita memilih untuk beda.</p>
<p><span id="more-60"></span>ROHIS SMA 8 menurut saya, angkatan 2004-2006 mewakili ROHIS yang ekslusif dengan gradasi yang berbeda-beda sedangkan 2007-2008 lebih eksklusif. 2009 saya kurang tau, tapi sepertinya lebih eksklusif di banding 2007 dan 2008. Ukuran saya adalah banyak tidaknya anak ROHIS yang juga aktif di subsie/organisasi lain sebagai pengurus atau bahkan ketua, dan keberagaman gaya penampilan para pengurusnya. Tentu saja penilaian ini subjektif sifatnya</p>
<p>Ketika melihat perkembangan ROHIS yang semakin inklusif di angkatan 2008, saya awalnya merasa sangat senang karena dengan begitu ROHIS mampu memperluas pengaruh dakwahnya ke berbagai elemen. Ada banyak anak Puapala, Sierra, TX yang jadi aktivis ROHIS. Mantap kan? Tapi ternyata yang ikut mentoring ngga banyak. Anak-anaknya susah diajakin mentoring. Terlepas dari berbagai keterbatasan faktor waktu, mentor dan lain-lain, kesungguhan mereka untuk ikut mentoring sangat mencemaskan. Alhasil, hanya ada 1 kelompok yang survive sampai lulus tahun ini di ikhwan, di akhwat juga ngga jauh beda.</p>
<p>Lalu saya jadi berpikir ulang, jangan-jangan karena sangat terbuka akhirnya pengaruh-pengaruh negatif dari luar pun mudah masuk ke ROHIS dan aktivisnya dan sepertinya memang sulit dihindari. Sepertinya mengamalkan prinsip “berbaur tapi tidak melebur” tidak mudah. Jadi kesimpulan sementara saya, Eksklusivisme di ROHIS bukan masalah. Eksklusif bisa jadi justru lebih baik ketimbang memaksa diri untuk berbaur tapi justru kecebur. Dan eksklusif tidak berarti sok suci atau sok alim, tapi lebih kepada bersikap apa adanya dan berupaya menjaga diri dari lingkungan yang kurang baik. Wallahua’lam.[ ]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yai8.org/2008/08/rohis-antara-eksklusif-dan-inklusif/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memoar Cinta di Taman Bukit Duri</title>
		<link>http://yai8.org/2008/08/memoar-cinta-di-taman-bukit-duri/</link>
		<comments>http://yai8.org/2008/08/memoar-cinta-di-taman-bukit-duri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 05:57:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yai8.org/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Waktu itu di pertengahan tahun 2000, kulangkahkan kaki memasuki SMU yang digelari SMU Unggulan Nasional itu, kumasuki pagarnya untuk mengikuti upacara hari senin pertama kalinya dengan pakaian putih-biru celana pendek, tak kusangka tempat ini nantinya akan mempunyai tempat tersendiri di relung hatiku.
Sebagai anak yang berasal dari daerah, tentu merupakan kebanggaan untuk bisa memasuki sekolah unggulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu itu di pertengahan tahun 2000, kulangkahkan kaki memasuki SMU yang digelari SMU Unggulan Nasional itu, kumasuki pagarnya untuk mengikuti upacara hari senin pertama kalinya dengan pakaian putih-biru celana pendek, tak kusangka tempat ini nantinya akan mempunyai tempat tersendiri di relung hatiku.</p>
<p>Sebagai anak yang berasal dari daerah, tentu merupakan kebanggaan untuk bisa memasuki sekolah unggulan ini, jauh melebihi kebanggaan yang kuperoleh sebagai peraih NEM Ebtanas tertinggi se-kotamadya tempat ku berasal, dan karena achievement ini pula aku ditempatkan di salah satu dari dua kelas unggulan waktu itu yaitu di 1-A (satunya lagi kelas 1-i), karena pada waktu itu NEM di daerah DKI cukup rendah capaiannya. Dan karena itu pula maka jadilah aku sebagai salah satu penghuni yang bersemayam di deretan kost sekitar 8, ntar waktu kelas 3 kita bikin kumpulan iseng-iseng BARKOD, barisan Remaja Kost-an Delapan.</p>
<p><span id="more-56"></span>Banyak hal yang luar biasa yang saya peroleh di delapan, mulai dari kegiatan anak2nya yang sangat dinamis, bayangkan waktu itu kakak-kakak angkatan 2001 membuat acara Gala (Gawe-nya Anak Lapan) yang memakan dana ratusan juta, dan sukses pula, atau membuat acara Scala (Sudah Dance Basket Pula) yang rame dan tiap tahunnya meningkat kualitas acaranya, mulai dari sekedar di lapangan sekolah, hingga di volley indoor senayan. Puapala yang waktu itu masih sering naik turun gunung. Perwakilan Kelas-nya yang elite habis, dan OSIS-nya yang berjiwa pemimpin sekali.  Siera yang luar biasa kompak dan solid. Hingga Brajamusti yang meskipun terlarang, tetap berusaha memberikan arti keberadaannya bagi kesolidan angkatan dan mendukung hampir semua kegiatan di sekolahku itu. Dinamika yang sangat luar biasa itu menjadi loncatan pendewasaan bagi diriku, mengingat dinamika smp di daerah dahulu tidak sedemikian padatnya. Hebatnya semua aktivitas itu beriringan dengan tuntutan akademis yang sangat ketat, mulai dari jam 7 pagi hingga jam 4 sore. yang unik, kalo kata pak Sugiharto kepsek saat itu, anak 8 itu manjat pagarnya bukan keluar, tapi ke dalam sekolah, maksudnya mereka yang telat tidak boleh masuk tetap bersemangat untuk dapat masuk ke dalam, meskipun harus memanjat pagar.</p>
<p>Walau demikian sempat aku masuk ke dalam dunia yang sangat berbeda, terkadang bersentuhan dengan budaya-budaya yang negatif pada anak muda, walau untungnya Allah masih menyelamatkan aku untuk tidak terjerumus terlalu dalam, meskipun sudah menjadi bagian dari entitas tersebut. Katakanlah dulu kebiasaan kami itu kalau malam kita jalan ke Plaza Senayan, tempat nongkrong ABG pada waktu itu, dengan jaket dan rokok yang menyala. kemudian beradu Dance2 Revolution di semacam zona hiburan gitu lah di sana, yang dijadikan ajang persaingan ABG waktu itu, sementara teman kita sedang bertanding kita, cowok dan cewek, bersorak sorai disana. kadang-kadang beberapa dari kami kalau keliling-keliling malam ada yang ngerokok, sesekali dulu ada yang mabok, ya .. mabok karena minuman keras, dan miras itu disembunyikan di kost salah satu teman kami. banyak pula hal lain yang cukup negatif, yang kemudian di kemudian hari kuketahui secara teoritis hal tersebut dinamakan bullying, hingga, maaf, pernah terjadi kasus-kasus selain yang kusebut, yang cukup mencengangkan di beberapa teman. tak sebaiknya kuceritakan di sini.</p>
<p>Namun ada satu entitas yang meskipun tidak ku anggap hebat-hebat banget sih, paling tidak aku respek lah dengan mereka, yaitu komunitas anak-anak yang suka lama nongkrong di mesjid. Kadang-kadang kalo istirahat pertama mereka menjalankan sholat sunnah, yang kemudian kutahu itu namanya sholat dhuha. orang-orangnya rata-rata biasa aja lah, tapi unik. Ada senior yang alim, tapi kalo dah main bola, mukanya berubah jadi merah dan jadilah ia striker andal di tim kelasnya, ketua rohis pula. ada yang di osis dengan gayanya yang unik, ada yang di sains (KIR) dengan gayanya yang serius.</p>
<p>Ketua rohis itu dulu karena rumahnya jauh, di daerah halim, maka ia sering sekali menginap di mesjid sekolah, kadang-kadang berkas ujiannya ketinggalan di lemari perpus mesjid (perdalam - perpustakaan dinul islam), dari situ aku ketahui kalau senior ini jago juga di akademik, khususnya kimia.. pada waktu itu di 8 nilai-nilai 20-100 itu biasa &#8230; tidak seperti sekarang dengan KBK yang wajib minimal 75, atau sesuai dengan standar tertentu.. nah si senior ini luar biasa nilai kimianya paling rendah yang aku pernah dapati di berkas itu sekitar 80-an lah.</p>
<p>suatu hari ketika maghrib, di masjid darul irfan (waktu itu sore2 delapan masih rame), aku tertegun melihat seorang sosok yang membalut mukanya dengan sejadah di ujung belakang mesjid, sedang terisak-isak, setelah sholat maghrib. rupanya itu sang senior ketua rohis, kulihat beliau terisak dan sesekali berdoa. rupanya beliau sedang berkontemplasi, merenung, yang kemudian kuketahui dalam terminologi keislaman itu namanya ber-muhasabah &#8230;.</p>
<p>sedikit demi sedikit aku melihat karakter dari senior ini, semakin respek aku dalam hati kepadanya &#8230; hingga suatu saat dalam acara yang bernama Maviroh (penerimaan aktivis rohis) yang secara tidak sengaja aku ikut disitu, padahal itu gara-gara habis latihan brajamusti, mau nimbrung aja sama temen2 seangkatan yang lagi pada ikut acara itu di mesjid), aku bertemu dengan dia di salah satu pos dan di tes bacaan qur&#8217;an oleh beliau. Perasaan hormat itu pula yang menjadikan aku tak ragu-ragu terkadang untuk mencurahkan berbagai masalah yang kuhadapi ke beliau, pernah suatu pagi sebelum bel berbunyi, saat itu aku sedang jatuh cinta pada seorang gadis di sekolah itu, dan betapa bimbang rasanya hati ini &#8230; maka kuceritakan, dengn gaya bertanya tentang hati dan cinta&#8230; ternyata beliau menjawab dengan sangat jernih dan menyentuh, dengan menjelaskan beberapa isi dari kitab Taman Orang-Orang Yang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah&#8230; maka menjadi cukup jernih pula aku memandang cinta dan permasalahannya. Subhanallah&#8230;</p>
<p>Di angkatanku ada pula anak-anak yang kemudian diidentifikasi rajin berada di mesjid, kadang-kadang kelakuan mereka aneh-aneh, dan kadang ekstrim. ada seorang kawan yang kemudian jadi ketua rohis, kalau aku berbicara dengan sok tahu tentang islam, atau ada hal yang salah, wah langsung disembur tuh sama dia, dengan nadanya yang khas &#8220;Antum ini gimana &#8230;?!&#8221;</p>
<p>Ada juga seorang anak yang nantinya jadi ketua OSIS dengan gayanya yang sangat concern tentang berbagai aktivitas di delapan, pernah kami habiskan waktu hingga malam untuk berdiskusi tentang dinamika di delapan&#8230;</p>
<p>Ada juga seorang kawan yang nantinya jadi wakil ketua osis, yang memang sangat perhatian sekali pada nilai-nilai agama. lucunya nih anak pernah datengin gw dan berkata Dhon musik itu haram, nih di al-quran dikatakan (sambil menunjukkan ayat di surat Asy-syu&#8217;ara), namun belakangan diralat sama beliau dengan menunjukkan akhir surat tersebut. tapi aku sangat tersentuh dengan kepeduliannya. walaupun demikian kami sama2 ada juga di kelompok anak2 brajamusti, tapi kalo sudah bersinggungan dengan agama, dia gak bakal  kasi kompromi,,,</p>
<p>hmm, betapa unik kawan-kawan  tersebut &#8230;.</p>
<p>(bersambung &#8230;)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yai8.org/2008/08/memoar-cinta-di-taman-bukit-duri/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Harapan buat Kepala Sekolah yang Baru</title>
		<link>http://yai8.org/2008/08/harapan-buat-kepala-sekolah-yang-baru/</link>
		<comments>http://yai8.org/2008/08/harapan-buat-kepala-sekolah-yang-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 09:20:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mardiko</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yai8.org/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Saya punya dua harapan yang sangat besar untuk kepala sekolah yang baru. Pertama, mudah-mudahan mabit di mesjid sekolah diijinkan. Kedua, peraturan bahwa sekolah harus kosong jam 4 dihapus.
Kita berharap mabit bisa dijadikan sarana yang efektif untuk pembinaan anak-anak sekolah sekaligus meng-cover kekurangan-kekurangan yang ada di mentoring atau halaqoh. Di acara mabit, kita bisa mengundang pembicara-pembicara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya punya dua harapan yang sangat besar untuk kepala sekolah yang baru. Pertama, mudah-mudahan mabit di mesjid sekolah diijinkan. Kedua, peraturan bahwa sekolah harus kosong jam 4 dihapus.</p>
<p>Kita berharap mabit bisa dijadikan sarana yang efektif untuk pembinaan anak-anak sekolah sekaligus meng-cover kekurangan-kekurangan yang ada di mentoring atau halaqoh. Di acara mabit, kita bisa mengundang pembicara-pembicara yang memang punya kapasitas keilmuan untuk membahas suatu persoalan, khususnya yang terkait dengan keislaman. Dari yang sudah-sudah, kita juga melihat partisipasi anak sekolah di acara mabit lebih besar daripada acara-acara kajian lain yang diadakan ROHIS.</p>
<p><span id="more-45"></span>Mengenai yang kedua, kita sempat senang waktu diberlakukan peraturan baru yaitu jam sekolah dipersingkat cuma sampai jam 14.30. Itu artinya waktu untuk mengadakan mentoring semakin luang setelah pulang sekolah. Tapi ternyata, muncul lagi peraturan baru yang melarang siswa berada di dalam pagar sekolah mulai jam 4 sore. Sementara, waktu istirahat juga semakin singkat jadi mentoring jumat siang juga tidak efektif. Berdasarkan pengalaman, hari sabtu bukan pilihan yang bagus untuk mentoring apalagi minggu.</p>
<p>Mudah-mudahan kepala sekolah yang baru cukup kooperatif sehingga kedua hal di atas bisa terwujud. Insya Allah niatnya baik koq, kita kan ngga macem-macem.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yai8.org/2008/08/harapan-buat-kepala-sekolah-yang-baru/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Harus Sering Turun</title>
		<link>http://yai8.org/2008/08/harus-sering-turun/</link>
		<comments>http://yai8.org/2008/08/harus-sering-turun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 02:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mardiko</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yai8.org/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi aktifis dakwah sekolah memang gampang-gampang susah. Dibilang gampang, karena kerjaannya ngga jauh-jauh dari pembinaan: jadi mentor, ngurus materi, ngadain dauroh dan mengawasi ROHIS. Tapi dibilang sulit bener juga karena ngga semua orang bisa mengerjakan hal-hal semacam itu dengan konsisten. Seringkali nguji keikhlasan juga, soalnya kerjaannya ngga ’keliatan’ dan nguji pengorbanan karena paling tidak mesti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi aktifis dakwah sekolah memang gampang-gampang susah. Dibilang gampang, karena kerjaannya ngga jauh-jauh dari pembinaan: jadi mentor, ngurus materi, ngadain dauroh dan mengawasi ROHIS. Tapi dibilang sulit bener juga karena ngga semua orang bisa mengerjakan hal-hal semacam itu dengan konsisten. Seringkali nguji keikhlasan juga, soalnya kerjaannya ngga ’keliatan’ dan nguji pengorbanan karena paling tidak mesti keluar tenaga dan ongkos yang ngga kecil buat bolak-balik ke sekolah.</p>
<p><span id="more-20"></span>Modal dasar standarnya ada dua, masalah pemahaman yang benar dan kondisi ruhiyah yang baik. Tapi ternyata dua modal itu ngga selalu bisa menggerakkan orang untuk terjun ke dakwah sekolah. Menurut saya, ada satu lagi yang mesti dilakukan: Datang ke sekolah dan lihat kondisi riil di lapangan. Orang bisa saja mengerti urgensi dakwah sekolah begini dan begitu, tapi tanpa turun langsung dan melihat ke sekolah pahamnya cuma sekedar teori. Belum dapet ’feel’-nya.</p>
<p>Bahkan buat aktifis yang mungkin lagi ngga dapet amanah atau kerjaan di dakwah sekolah , atau sangat sibuk di kampus karena kuliah atau organisasi, usahakan tetep rajin berkunjung ke sekolah meskipun cuma sekedar melihat2 dan menyapa adik-adik ROHIS, atau silaturahim dengan temen2 alumni yang laen. Ini penting supaya jangan sampe kehilangan sense of dakwah sekolah. Paling ngga, kita masih merasakan punya tanggung jawab untuk membina adik-adik kita di SMA 8.[ ]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yai8.org/2008/08/harus-sering-turun/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berbuat Baik kepada Kedua Orang Tua</title>
		<link>http://yai8.org/2008/08/berbuat-baik-kepada-kedua-orang-tua/</link>
		<comments>http://yai8.org/2008/08/berbuat-baik-kepada-kedua-orang-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 12:36:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Taujih]]></category>

		<category><![CDATA[birrul walidain]]></category>

		<category><![CDATA[materi tarbiyah]]></category>

		<category><![CDATA[orang tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yai8.org/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[(diambil dari materi Tarbiyah Islamiyyah)
Keutamaan-keutaman dari Birrul Walidain

Ahabul ‘amali illalahi ta&#8217;ala (amal yang paling dicintai disisi Allah SWT)
Sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abdir Rahman Abdillah Ibni Mas&#8217;ud ra &#8220;Aku pernah bertanya kepada Nabi SAW amal apa yang paling di cintai disisi Allah?&#8221;
Rasulullah bersabda &#8221; Shalat tepat pada waktunya&#8221;.
Kemudian aku tanya lagi &#8220;Apa lagi selain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(diambil dari materi Tarbiyah Islamiyyah)</p>
<p><strong>Keutamaan-keutaman dari Birrul Walidain</strong></p>
<ol>
<li><em><strong>Ahabul ‘amali illalahi ta&#8217;ala</strong></em> (amal yang paling dicintai disisi Allah SWT)<br />
Sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abdir Rahman Abdillah Ibni Mas&#8217;ud ra &#8220;Aku pernah bertanya kepada Nabi SAW amal apa yang paling di cintai disisi Allah?&#8221;<br />
Rasulullah bersabda &#8221; Shalat tepat pada waktunya&#8221;.<br />
Kemudian aku tanya lagi &#8220;Apa lagi selain itu?&#8221;<br />
bersabda Rasulullah &#8220;Berbakti kepada kedua orang tua&#8221;<br />
Aku tanya lagi &#8221; Apa lagi ?&#8221;.<br />
Jawab Rasulullah &#8221; Jihad dijalan Allah&#8221;.Ini berarti diantara 2 amal yang paling dicintai Shalat tepat waktu dan jihad fisabilillah tidak berarti jika durhaka kepada orang tua. Ini dikisahkan bahwa Rasulullah pernah menolak salah seorang sahabat untuk berjihad dijalan Allah karena belum mendapat ridha orang tua. Akhirnya Rasulullah memperintahkan sahabat tsb untuk segera pulang memperbaiki hubungan dengan kedua orang tuanya.<span id="more-37"></span></li>
<li><em><strong>Laisajaza an min waladin ila walidih</strong></em> (Bakti kepada orang tua bukanlah merupakan suatu balas budi)<br />
Seseorang anak tidak akan dapat membalas jasa kedua orang tua. Sebagaimana dalam hadist &#8220;Tidak akan dapat membalas seorang anak kepada orang tuanya melainkan anak itu mendapatkan orang tuanya sebagai hamba sahaya lalu dia membelinya kemudian memerdekakannya&#8221;.</li>
<li> <em><strong>Al ummu hiya ahaqu suhbah</strong></em> (perioritas untuk mendapat perlakuan yang lebih dekat dari kedua orang tua ialah ibu)<br />
Dikisahkan seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah &#8220;Siapakah yang lebih berhak diantara manusia yang paling harus aku perlakukan secara baik?&#8221; menjawab Rasulullah &#8220;Ibumu&#8221; Bertanyalah lagi sahabat tsb &#8220;Siapalagi Ya Rasulullah?&#8221; Menjawab Rasulullah  &#8220;Ibumu&#8221; Bertanyalah lagi sahabat tsb &#8220;Siapalagi Ya Rasulullah?&#8221; Jawab Rasulullah  &#8220;Ibumu&#8221; Bertanyalah lagi sahabat tsb &#8220;Siapalagi Ya Rasulullah?&#8221;  Barulah Rasulullah menjawab &#8220;Bapakmu&#8221;. Dalam Qs. 31:14 Allah memerintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya, terutama pada ibunya yang telah mengandung dan menyusuinya.</li>
<li><em><strong>Makruman bi ibadatillah</strong></em> (Berbakti kepada orang tua dibarengi dengan ibadah kepada Allah SWT)<br />
Qs. Al Israa&#8217; ayat 23 Allah memerintahkan untuk beribadah kepada-Nya dan berbuat baik kepada kedua orang tua melarang perkataan &#8220;ah&#8221; dan membentak kepada keduanya dan mengucapkan perkataan yang mulia. Ayat ini mengartikan bahwa berbakti kepada orang tua sama wajibnya dengan ibadah kepada Allah SWT.</li>
</ol>
<p><strong>Unsur-unsur Birrul Walidain</strong><strong><br />
</strong>Seorang anak ketika ingin berbakti kepada kedua orang tuanya harus bersikap atau berakhlak yang terkait dengan unsur-unsur Birrul Walidain . Jika unsur-unsur tsb tidak terpenuhi maka <em>hukukul walidain</em> (durhaka kepada orang tua). Unsur-unsur Birrul Walidain yaitu:<br />
<strong><em><br />
</em></strong></p>
<ol>
<li><strong><em>Al muhaqodhotu alal kaul</em></strong><br />
Seorang anak hendaknnya menjaga dan memelihara ucapannya dihadapan orang tua, terlebih bagi mereka yang sudah berusia lanjut jangan sampai perkataan atau perbuatannya menyinggung perasaan mereka, sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam Qs.17 : 23.</li>
<li><strong><em>Khofdul Jannah</em></strong><br />
Sikap bahasa tubuh seorang anak tidak boleh membusungkan dada terhadap orang tua melainkan merendahkan diri kepada keduanya dengan penuh kasih sayang dan mendoakan mereka agar keduanya dikasihi Allah sebagaiman mereka mengasihinya waktu kecil. Hal ini diperintahkan Allah SWT dalam Surat Al Israa&#8217; ayat 24.<strong></strong></li>
<li><em><strong>Attoah Almushahabah</strong></em><br />
Akhlaq seorang anak yang taat dan kedekatan serta keakraban terhadap orang tua. Walaupun mungkin ketidaktaatan seorang anak kepada orang tua karena permasalahan yang sangat <em>syar&#8217;i</em> (prinsip) tetapi sikap <em>mushahabah</em> (keakraban) tetap harus dilakukan karena itu merupakan hak orang tua, Allah menjelaskannya dalam Qs. 31:15.</li>
<li><em><strong>Sabatulbirri ba&#8217;da wafatihima</strong></em><br />
Tetap berkewajiban berbakti kepada orang tua setelah kedua meninggal dunia. Dalam surat An Anjm ayat 39-41 bahwa Allah SWT memberikan kesempatan kepada orang tua yang meninggal dunia masih memiliki simpanan amal kebaikan yang dapat diperoleh dari anak-anak yang sholeh dan sholeha. Dalam suatu hadist dikisahkan bahwa suatu ketika datang seseorang menghadap Rasulullah SAW kemudian berkata &#8220;Ya Rasulullah apakah masih ada kesempatan untuk berbakti aku kepada orang tuaku setelah keduanya meninggal dunia?&#8221; Rasulullah dengan tegas menjawab &#8220;Ya, masih ada&#8221;. Ada 5 hal yang harus dijalankan setelah kepada seorang anak agar berbakti kepada orang tua yang telah meninggal :</li>
</ol>
<blockquote>
<ul>
<li><em>Asshalatu ‘alaihima</em> (berdo&#8217;a untuk keduanya)</li>
<li><em>Wal isthigfaru lahuma</em> (memohonkan ampun keduanya)</li>
<li><em>Wainfadzu ahdihima</em> (melaksanakan janji-janjinya)</li>
<li><em>Waiqramu shadiqihima</em> (memuliakan teman-teman keduanya)</li>
<li><em>Wasilaturrahimmisilati latu shallu illa bihima</em> (silaturrahmi kepada orang-orang yang tidak ada hubungan silaturahmi kecuali melalui wasilah kedua orang tua)</li>
</ul>
</blockquote>
<p><strong>Kisah-kisah Para Nabi &amp; sahabat Rasulullah SAW dalam mempraktekan Birrul Walidain</strong></p>
<ul>
<li>Kisah Nabi Ibrahim As<br />
Nabi Ibrahim As mempunyai ayah yang bernama Azar yang <em>aqidah</em>-nya berseberangan dengan Nabi Ibrahim As tetapi tetap menunjukan birrul walidain yang dilakukan seorang anak kepada bapaknya. Dalam menegur ayahnya beliau menggunakan kata-kata yang mulia dan ketika mengajak ayahnya agar kejalan yang lurus dengan kata-kata yang lembut sebagaimana dikisahkan Allah pada Qs. 19 : 41-45.</li>
<li>Kisah Rasulullah SAW<br />
Rasulullah SAW yang telah ditinggal ayahnya Abdullah karena meninggal dunia saat Rasulullah masih dalam kandungan ibunya Aminah. Dalam pendidikan birrul walidain ibunya mengajak Rasulullah ketika berusia 6 tahun untuk berziarah kemakam ayahnya dengan perjalanan yang cukup jauh. Dalam perjalanan pulang ibunda beliau jatuh sakit tepatnya didaerah <em>Abwa</em> hingga akhirnya meninggal dunia. Setelah itu Rasulullah diasuh oleh pamannya Abdul Thalib, beliau menunjukan sikap yang mulia kepada pamannya walaupun aqidah pamannya berbeda dengan Rasulullah. Dan Rasulullah berbakti pula kepada bibinya yang bernama Sofiah binti Abdil Mutthalib.</li>
<li>Kisah Abu Bakar As Siddiq ra<br />
Abu Bakar As Siddiq ra adalah sahabat Rasulullah SAW yang patut ditauladani dalam berbaktinya terhadap orang tua. Disaat orang tuanya telah memasuki usia yang sangat <em>udzur</em>, bukan hanya perkataan yang lemah lembut lagi mulia dan sikap yang baik melainkan juga beliau dapat mengajak bapaknya yakni Abu Khuwafah untuk beribadah kepada Allah SWT dan mengakui Islam sebagai pedoman hidupnya dan hal ini dinanti oleh Abu Bakar dengan cukup lama. Allah berfirman dalam QS 14 : 40 - 41 ayat yang do&#8217;a agar anak, cucu dan seluruh anggota keluarganya menjadi orang-orang yang <em>muqiimas shalat </em>(mendirikan shalat) dan diampuni dosa-dosanya. Ayat ini merupakan suatu kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepada kelurga Abu Bakar As Siddiq ra.</li>
<li>Kisah Sa&#8217;ad Bin Abi Waqas ra<br />
Sa&#8217;ad bin Abi Waqas ra menerapkan bagaimana konteks Birrul Walidain mempertahankan keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Saat ibunya mengetahui bahwa Sa&#8217;ad memeluk agama Islam, ibunya mempengaruhi dia agar keluar dari Islam sedangkan Sa&#8217;ad terkenal sebagai anak muda yang sangat berbakti kepada orang tuanya. Ibunya sampai mengancam kalau Sa&#8217;ad tidak keluar dari Islam maka ia tidak akan makan dan minum sampai mati. Dengan kata-kata yang lembut Sa&#8217;ad merayu ibunya &#8221; Jangan Kau lakukan hal itu wahai Ibunda, tetapi saya tidak akan meninggalkan agama ini walau apapun gantinya atau resikonya&#8221;. Tidak bosan-bosannya Sa&#8217;ad menjenguk ibunya dan tetap berbuat baik kepadanya serta menegaskan hal yang sama dengan lemah lembut sampai suatu ketika ibunya menyerah dan menghentikan mogok makannya. Kisah ini juga merupakan <em>asbabun nuzul</em> turunnya ayat Qs 31 : 15.</li>
</ul>
<p>Ketika seorang anak berbakti kepada orang tua merupakan suatu bakti yang tidak hanya sekedar didunia tetapi juga di <em>yaumil akhir.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yai8.org/2008/08/berbuat-baik-kepada-kedua-orang-tua/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kepada Para Pemuda</title>
		<link>http://yai8.org/2008/08/kepada-para-pemuda/</link>
		<comments>http://yai8.org/2008/08/kepada-para-pemuda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 09:53:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Taujih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yai8.org/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[(dikutip dari Majmu&#8217;atur Rasail Imam Hassan Al-Banna : Kepada Para Pemuda Khususnya Para Mahasiswa, hanya sebagian awal dari risalah tersebut, di dalam risalah ini terkandung materi mengenai karakteristik pemuda, dan tentang maratibul &#8216;amal )
Bismillahirrahmanirrrahim
&#8220;Katakanlah, &#8216;Sesunguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian kamu pikirkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(dikutip dari Majmu&#8217;atur Rasail Imam Hassan Al-Banna : Kepada Para Pemuda Khususnya Para Mahasiswa, hanya sebagian awal dari risalah tersebut, di dalam risalah ini terkandung materi mengenai karakteristik pemuda, dan tentang maratibul &#8216;amal )</p>
<p><strong>Bismillahirrahmanirrrahim</strong></p>
<p><em>&#8220;Katakanlah, &#8216;Sesunguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikit pun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) adzab yang keras.&#8217; Katakanlah, &#8216;Upah apapun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Upahku hanyalah dari Allah. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.&#8217; Katakanlah, &#8216;Sesungguhnya Tuhanku mewahyukan kebenaran. Dia Maha Mengetahui segala yang ghaib.&#8217; Katakanlah.&#8217;Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak pula akan mengulangi.&#8217;Katakanlah, &#8216;Jika aku sesat maka sesunggunya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri, dan jika aku mendapatkan petunjuk, maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Mahadekat.&#8221; <strong>(Saba&#8217;: 46-50)</strong></em></p>
<p><em><strong></strong></em><span id="more-17"></span></p>
<p>Wahai pemuda!</p>
<p>Saya panjatkan puji ke hadirat Allah, yang tiada Tuhan melainkan Dia. Semoga sholawat dan salam tetap tercurah kepada Muhammad, Imam para pembaru dan penghulu para mujahid; keluarga; sahabat; dan para tabi&#8217;in.</p>
<p>Wahai pemuda!</p>
<p>Sesungguhnya, sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Sepertinya keempat rukun ini, yakni iman, ikhlas, semangat, dana amal merupakan karekter yang melekat pada diri pemuda, karena sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda.</p>
<p>Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.&#8221; <strong>(Al-Kahfi: 13)</strong></em></p>
<p>Beranjak dari sini, sesungguhnya banyak kewajiban kalian, besar tanggung jawab kalian, semakin berlipat hak-hak umat yang harus kalian tunaikan, dan semakin berat amanat yang terpikul di pundak kalian. Kalian harus berpikir panjang, banyak beramal, bijak dalam menentukan sikap, maju untuk menjadi penyelamat, dan hendaklah kalian mampu menunaikan hak-hak umat ini dengan sempurna.</p>
<p>Ada di antara pemuda yang tumbuh dalam situasi bangsa yang dingin dan tenang, di mana kekuasaan pemerintah telah tertanam kuat dan kemakmuran telah dirasakan oleh warganya. Sehingga pemuda yang tumbuh dalam suasana ini aktifitasnya lebih banyak tertuju kepada dirinya sendiri daripada untuk umatnya. Dia pun kemudian cendrung main-main dan berhura-hura karena meresa tenang jiwanya dan lega hatinya.</p>
<p>Ada juga pemuda tumbuh dalam suasana bangsa yang keras dan bergejolak, di mana bangsa itu sedang dikuasai oleh lawannya dan dalam semua urusan diperbudak oleh musuhnya. Bangsa ini berjuang semampunya untuk mengembalikan hak yang dirampas, tanah air yang terjajah, dan kebebasan, kemuliaan, sarta nilai-nilai agung yang hilang. Saat itulah kewajiban mendasar bagi pemuda yang tumbuh dalam situasi seperti ini adalah berbuat untuk bangsanya lebih banyak dari pada berbuat untuk dirinya sendiri. Jika ia lakukan hal itu, ia akan beruntung dengan mendapatkan kebaikan segera di medan kemenangan dan kebaikan -yang tertunda- berupa pahala dari Allah swt.</p>
<p>Barangkali, merupakkan suatu keberuntungan bagi kita bahwa kita termasuk pemuda kelompok kedua (yang dibesarkan dalam situasi keras dan bergejolak). Oleh karena itu, kedua mata kita pun terbuka di hadapan sebuah umat yang terus berjihad dan berjuang untuk mendapatkan hak dan kebebasannya. Bersiap-siaplah wahai para tokoh! Sungguh, alangkah dekatnya kemenangan bagi kaum mukminin dan alangkah besarnya keberuntungan bagi para aktifis yang tak hanti berjuang.</p>
<p>Wahai pemuda!</p>
<p>Barangkali ancaman yang cukup berbahaya pada bangsa yang mau bangkit -dan kita sekarang di fajar kebangkitan- adalah munculnya beragam isme, banyaknya seruan-seruan, warna-warninya manhaj, perbedaan dalam penetapan strategi dan sarana perjuangan, dan tidak sedikitnya orang yang berambisi untuk menjadi pemimpin dan penguasa. Berawal dari sini, maka studi perbandingan terhadap isme-isme menjadi amat penting bagi siapa saja yang menginginkan perbaikan.</p>
<p>Dari sini pula, maka kewajiban saya adalah menerangkan kepada kalian dengan ringkas dan jelas dakwah Islam pada abad keempat belas hijriyah.</p>
<p><strong>DAKWAH IKHWANUL MUSLIMIN, DAKWAH ABAD EMPAT BELAS HIJRIYAH</strong></p>
<p>Wahai pemuda!</p>
<p>Kita telah beriman dengan keimanan yang tidak perlu diperdebatkan dan tidak ada keraguan di dalamnya. Kita juga telah yakin dengan sebuah keyakinan yang lebih tangguh dari gunung dan lebih dalam dari rahasia - rahasia yang ada di dalam benak, bahwa sesungguhnya tidak ada fikrah yang benar kecuali satu saja. Dialah fikrah yang bisa menyelamatkan dunia dari penindasan, memimbing manusia yang bimbang dan menunjukkannya ke jalan yang lurus. Oleh karena itu, rasanya hanya fikrah inilah yang pantas untuk berkorban dengan jiwa dan harta, dengan yang murah ataupun yang mahal, demi deklarasi dan penyebaran kebenarannya, serta membawa manusia ke dalam naungannya. Fikrah itu adalah Islam yang hanif, tiada cacat didalamnya, tiada setitik noda menyelimutinya, dan tidak akan sesat bagi yang mengikutinya.<br />
Allah menyatakan bahwasanya <em>tidak ada Tuhan melainkan Dia, yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha perkasa lagi Mahabijaksana.&#8221; <strong>(Ali-Imran: 18)</strong></em></p>
<p><em>&#8220;Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah kuridhai Islam itu sebagai agama bagimu.&#8221; <strong>(Al-Maidah: 3)</strong></em></p>
<p>Oleh karena itu, fikrah kami adalah Islam an sich; di atas Islam fikrah itu tegak, kepada Islam fikrah itu bersandar, demi Islam fikrah itu berjihad, dan karena meninggikan kalimatnya fikrah itu beramal. Kita tidak mungkin akan mengganti Islam sebagai sistem, tidak rela menjadikan selainnya sebagai imam, dan tidak akan taat kepada yang lain dalam pengambilan hukum.</p>
<p><em>&#8220;Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.&#8221; <strong>(Ali Imran: 85)</strong></em></p>
<p>Telah datang kepada Islam dan kaum muslimin suatu masa yang di dalamnya terjadi peristiwa demi peristiwa dan bergilir bencana demi bencana. Musuh-musuh mereka berusaha memadamkan lentera Islam, menyembunyikan keagungannya, menyesatkan para pengikutnya, melenyapkan hukum-hukumnya, melemahkan bala tentaranya, dan menyelewengkan ajarannya -dengan cara mengurangi, menambahi, atau men-ta&#8217;wilkan dengan interprestasi yang tidak semestinya. Situasi itu masih berlanjut dengan lenyapnya Islam pada skala internasional, tercabik-cabiknya tentara Muhammad, dan jatuhnya bangsa ini ke dalam genggaman kaum kafir dalam keadaan hina dan tidak berdaya.</p>
<p>Oleh karenanya, kewajiban pertama bagi kita sebagai aktifis ikhwan adalah menyampaikan kepada manusia tentang batas-batas Islam ini secara jelas dan sempurna, tanpa ditambah dan dikurangi, dan tidak pula membuat rancu ajarannya. Hal yang demikian itu merupakan aspek teoritis dari fikrah kami. Kemudian, pada saat yang bersamaan kami menuntut dan mengkondisikan mereka untuk mewujudkannya dalam amal nyata. Hal yang kedua inilah merupakan aspek amali dari fikrah kami.</p>
<p>Tiang penyangga kami dalam melaksanakan itu semua adalah Kitab Allah yang tiada kebatilan di depan dan di belakangnya, Sunah Rasul yang shahih, dan sirah kaum salaf dari umat ini. Di balik itu, kami tidak menghendaki apa-apa kecuali ridha Allah, melaksanakan kewajiban, membimbing manusia, dan menunjuki mereka.</p>
<p>Kami akan berjuang untuk terwujudnya fikrah kami, kami akan berjuang atas apa yang telah kami yakini, kami akan mengajak manusia ke sana, dan akan kami kerahkan segala sesuatu demi keberhasilannya. Dengan demikian, kami akan hidup mulia atau mati terhormat. Syi&#8217;ar abadi kami adalah :<strong><em> Allah tujuan kami; Rasul pemimpin kami; Al-Qur&#8217;an undang-undang kami; jihad jalan kami; dan mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tetinggi.</em></strong></p>
<p>Wahai pemuda !</p>
<p>Sesungguhnya, Allah telah memuliakan kalian dengan menisbatkan diri kepada-Nya, beriman terhadap keberadaan-Nya, dan tumbuh dalam naungan agama-Nya. Dengan agama itu pula, Allah menetapkan atas kalian derajat yang tinggi di dunia, amanah kepemimpinan atas sekalian alam, dan kemudian seorang ustadz di hadapan murid-muridnya.</p>
<p><em>&#8220;Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;rif dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.&#8221; <strong>(Ali-Imran: 10)</strong></em></p>
<p>Oleh karenanya, yang pertama kali Allah serukan kepada kalian adalah hendaklah kalian yakin akan eksistensi kalian, mengetahui posisi kalian, dan percaya bahwa kalian adalah para pewaris kekuasaan dunia, meski musuh-musuh kalian adalah menghendaki agar kalian tetap terhina. Kalian adalah para guru bagi dunia, meski pihak-pihak selain kalian berusaha untuk menggungguli dengan gebyar kehidupan dunia. Sesungguhnya, kesudahan terbaik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.</p>
<p>Oleh karena itu, (wahai pemuda) perbaruilah iman, kemudian tentukan sasaran dan tujuan langkah kalian. Sesungguhnya, kekuatan pertama adalah iman, buah dari iman ini adalah kesatuan, dan konsekuensi logiskesatuan adalah kemenangan yang gilang gemilang. Oleh karenanya, berimanlah kalian, eratkanlah ukhuwah, sadarilah, dan kemudian tunggulah (setelah itu) datangnya kemenangan.</p>
<p><strong>Berikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman</strong></p>
<p>Dunia ini sedang dalam kondisi gundah gulana. Semua sistem yang ada telah gagal melakukan perbaikan. Sesungguhnya, tidak ada jalan keluar dari permasalahan itu kecuali Islam. Oleh karenanya, majulah dengan asma Allah untuk menyelamatkannya. Semua orang tengah menunggu datangnya seorang juru selamat, dan juru selamat itu tiada lain kecuali risalah Islamiyah, di mana kalian yang membawa lenteranya dan memberikan kabar gembira kepada manusia dengan keberadaannya.</p>
<p>Wahai pemuda !</p>
<p>Sesungguhnya, manhaj Ikhwanul Muslimin itu telah jelas tahapan dan langkah-langkahnya. Kalian tahu benar apa yang kami inginkan dan kami paham benar sarana apa saja yang dipergunakan untuk mewujudkan keinginan itu.</p>
<p>Pertama-tama, kami menginginkan seorang yang muslim dalam pola pikir dan akidahnya, dalam moralitas dan perasaannya, serta dalam amal dan perilakunya. Ini merupakan salah satu upaya pembentukkan individu mukmin dalam dakwah kami.</p>
<p>Setelah itu, kami menginginkan terbangunnya rumah tangga yang islami dalam pola pikir dan akidahnya, dalam moralitaas dan perasaannya, serta dalam amal dan perilakunya. Untuk itu, kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria. Kami juga memperhatikan anak-anak sebagimana perhatian kami kepada pemuda.</p>
<p>Setelah itu, kami juga menginginkan bangsa yang muslim. Untuk itulah, kami berusaha agar dakwah kami sampai ke setiap pelosok, suara kami bisa didengarkan si setiap tempat, fikrah kami bisa dipahami dengan mudah, serta bisa menerobos ke seluruh penjuru desa, kota, dan pusat-pusat kegiatan. Untuk itu, kami tidak akan menyia-nyiakan potensi dan sarana yang ada.</p>
<p>Setelah itu, kami menginginkan sebuah pemerintahan Islam yang bisa memimpin bangsa menuju masjid dan membimbing manusia kepada hidayah Islam, sebagaimana pemerintahan Islam sebelumnya yang telah berhasil membawa mereka ke jalan itu dengan bimbingan para sahabat Rasul, seperti Abu Bakar dan Umar ra.</p>
<p>Dari sinilah kami tidak mengakui sistem pemerintahan apa pun yang tidak menekankan dan tidak bertumpu pada asas Islam. Kami juga tidak mengakui partai-partai politik yang ada dan berbagai bentuk pemerintahan konservatif yang dipaksakan oleh orang kafir dan musuh-musuh Islam untuk menerapkan dan mengamalkannya. Kami akan berusaha untuk menghidupkan sistem hukum Islam dalam setiap aspeknya dan membangun pemerintahan yang islami dengan berasaskan sistem ini.</p>
<p>Setelah itu kami menginginkan agar setiap jengkal dari negeri-negeri kami yang muslim bergabung bersama kami. Negeri-negeri itulah yang dahulu dijajah dan dipecah belah oleh sistem politik Barat dan diporak-porandakan kesatuanya oleh ambisi bangsa-bangsa Eropa. Oleh karena itu, kami tidak mengakui adanya pembagian-pembagian teritorial yang bersifat politis dan berbagai kesepakatan internasional yang ada setelahnya, karena hal itu semualah yang telah menjadikan negara Islam yang besar ini terpecah menjadi negara-negara kecil yang lemah, sehingga mudah dikuasai oleh penjajah. Kami tidak akan tinggal diam terhadap proyek pemberangusan kemerdekaan bangsa dan membiarkan mereka menjadi budak bagi bangsa lainnya. Mesir, Syiria, Irak, Hijaz, Libya, Tunis, Aljazair, Mauritania, dan setiap jengkal tanah yang di dalamnya terdapat seorang muslim yang berseru <strong><em>&#8220;Laa ilaaha Illallah&#8221;,</em></strong> semua itu adalah Negara Islam Raya. Kami berusaha untuk memerdekakan, menyelamatkan, membebaskan, dan mempersatukan antar yang satu dengan lainnya.</p>
<p>Kalau penguasa Jerman memaksakan kehendaknya untuk melindungi setiap orang yang mengalir di tubuhnya darah Aria, maka sesungguhnya ajaran Islam mewajibkan kepada setiap muslim agar menjadikan dirinya sebagai pelindung bagi siapa saja yang relung jiwanya terisi oleh ajaran-ajaran Al-Qur&#8217;an. Oleh karenanya, dalam tradisi Islam, faktor kesukuan tidak boleh lebih dominan daripada faktor iman. Dalam Islam, akidah adalah segalanya. Bukankah hakekat iman seseorang itu tercermin dari pengungkapan cinta dan bencinya?</p>
<p>Setelah itu, kami menginginkan agar panji Islam kembali berkibar memenuhi jagad raya. Dahulu, pada beberapa kurun waktu wilayah-wilayah ini pernah sejahtera dalam naungan Islam. Bergema di dalamnya suara muadzin dengan takbir dan tahlilnya. Kemudian, datanglah masa di saat para penjajah berupaya memadamkan cahayanya, maka kembalilah wilayah-wilayah itu kepada kekufuran. Andalusia, Cicilia, Balkan, negeri-negeri Italia bagian selatan dan Cyprus, semua itu (dulu) merupakan wilayah Islam, dan di waktu mendatang harus kembali ke pangkuan Islam. Laut Tengah dan Laut Merah yang merupakan dua laut Islam juga harus kembali seperti sedia kala. Jika Jendral Musolini berpendapat bahwa imperium Romawi dan negara-negara yang tergabung dalam imperium itu dahulu harus kembali ke dalam rengkuhannya -yang itu hanya didasarkan atas ambisi dan desakan hawa nafsu- maka tentunya kita lebih berhak untuk mengembalikan kejayaan imperium Islam, yang pernah tegak di atasnya kebenaran dan keadilan, dan yang telah menebarkan cahaya hidayah kepada sekalian manusia.</p>
<p>Setelah itu, dengan berkibarnya panji Islam tadi kami bermaksud mendeklarasikan dakwah kami kepada seluruh alam, menyampaikannya kepada sekalian manusia, memenuhi seantero bumi dengan ajarannya, dan memaksa setiap penguasa yang diktator untuk tunduk kepadanya. Sampai akhirnya tidak ada lagi fitnah dan agama ini semuanya milik Allah. Saat itulah, kaum muslimin bergembira dengan pertolongan Allah. Allah menolong siapa saja yang dikehendaki-Nya dan Dia Mahaperkasa lagi Mahapemurah.</p>
<p>Pada setiap tahapan yang telah kita paparkan di atas terdapat langkah, rincian, dan sarana-sarananya. Namun, di sini kami hanya memaparkan dengan tidak memperpanjang uraian dan tidak pula membuat rincian. Allah adalah Dzat tempat memohon pertolongan. Cukuplah Dia bagi kami, Dia adalah sebaik-baik pelindung.</p>
<p>Mungkin mereka yang picik dan pengecut akan mengatakan bahwa itu semua adalah angan-angan dan ilusi yang sedang menyelimuti jiwa manusia. Sungguh, perkataan ini adalah sebuah kekerdilan yang kami tidak pernah mengenalnya dan Islam pun tidak mengakuinya. Dia adalah sifat <strong><em>wahn</em></strong> yang bersemayam dalam hati umat ini. Sifat itulah yang menjadikan musuh-musuh Islam semakin menancapkan kuku-kuku pengaruhnya dalam tubuh umat ini. Itu semua adaklah wujud kegersangan hati dan nilai-nilai keimanan, dan keberadaannya menjadi sebab utama terpuruknya kaum muslimin. Kami akan mendeklarasikan dengan lantang bahwa setiap muslim tidak percaya dengan manhaj seperti ini, tidak akan berbuat untuk merealisasikannya, dan yang demikian itu memang tidak mendapat tempat dalam Islam. Oleh kaenanya hendaklah mereka mencari fikrah lain yang bisa menjamin dan mengamalkannya.</p>
<p>Wahai pemuda!</p>
<p>Kalian tidak lebih lemah dari generasi sebelum kalian, yang dengan perantaraan mereka Allah membuktikan kebenaran <strong><em>manhaj</em></strong> ini. Oleh karenanya, janganlah merasa resah dan jangna merasa lemah. Pampangkan di depan mata kalian firman Allah,</p>
<p><em>&#8220;(Yaitu )orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul-Nya) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, &#8216;Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, &#8216;maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, &#8216;Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah sebaik-baik pelindung.&#8221; <strong>(Ali-Imran: 173)</strong></em></p>
<p>Kita akan menempa diri, sehingga setiap kita menjadi seorang muslim sejati. Kita akan membina rumah tangga - rumah tangga kaum muslimin menuju terbangunnya rumah tangga yang islami. Setelah itu, kita akan menempa bangsa kita menjadi bangsa yang muslim, yang tertegak di dalamnya kehidupan masyarakat yang islami. Kita akan meniti langkah-langkah yang sudah pasti, dari awal hingga akhir perjalanan. Kita akan mencapai sasaran yang telah digariskan Allah bagi kita, bukan yang kita paksakan untuk diri kita. Allah tidak menghendaki kecuali menyempurnakan cahaya-Nya, meski orang-orang kafir tidak menyukainya.</p>
<p>Untuk itu, kita telah mempersiapkan keimanan yang tidak mungkin goyah, amal yang berkelanjutan, <strong><em>tsiqah</em></strong> (kepercayaan) kepada Allah yang tidak akan melemah, dan jiwa-jiwa yang merindukan pertemuan dengan Allah dalam keadaan syahid di jalan-Nya.</p>
<p>Jadikanlah itu semua sebagai landasan dan hakekat dari politik internal dan eksternal kita, karena sesungguhnya dengan begitu kita akan bertumpu kepada Islam. Kita pun akan mengetahui bahwa sesungguhnya memisahkan agama dari politik itu bukan dari ajaran Islam. Pemisahan itu tidak pernah dikenal oleh kaum muslimin yang jujur dalam beragama dan paham akan ruh ajarannya.</p>
<p>Oleh karena itu, hendaklah berlalu dari kami siapa saja yang ingin memalingkan kami dari <strong><em>manhaj</em></strong> ini, karena sesungguhnya mereka adalah musuh Islam, atau orang-orang Islam yang bodoh terhadap ajarannya. Tidak ada yang ingin memalingkan kami darinya kecuali salah satu di antara keduanya.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yai8.org/2008/08/kepada-para-pemuda/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi &#8216;Sibuk&#8217;</title>
		<link>http://yai8.org/2008/08/diskusi-sibuk/</link>
		<comments>http://yai8.org/2008/08/diskusi-sibuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 09:53:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erry_85</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Taujih]]></category>

		<category><![CDATA[da'wah]]></category>

		<category><![CDATA[sibuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yai8.org/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Dalam suatu diskusi, antara saya dan seorang ikhwah senior ITB: cerita kami sedang mau buat acara multaqo murobbi ADK, tp sampai waktu yang disepakati, peserta (alias murobbi) blum jg hadir. Baru saya dan beliau.


E : “akh, kok tumben blum pada ada yg dateng ikhwannya?”
D : “iya, emg bbrp juga lupa ane jarkom sih. Dan kebetulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><span style="&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Dalam suatu diskusi, antara saya dan seorang ikhwah senior ITB: cerita kami sedang mau buat acara multaqo murobbi ADK, tp sampai waktu yang disepakati, peserta (alias murobbi) blum jg hadir. Baru saya dan beliau.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span id="more-21"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0.0001pt;">
<p class="MsoNormal" style="padding-left: 30px;"><span style="&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">E : “akh, kok tumben blum pada ada yg dateng ikhwannya?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="padding-left: 30px;"><span style="&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">D : “iya, emg bbrp juga lupa ane jarkom sih. Dan kebetulan hari ini juga banyak acara di kampus.. mgkn juga anak2 muda ini lagi pada sibuk.” (<em>disebut anak muda krn emg murobbi yang hrsnya hadir kebanyakan angkatan 05-06)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="padding-left: 30px;"><span style="&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">E : <em>(tiba2 muncul pertanyaan di otak)</em> “emg orang zaman dulu ga sibuk gitu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="padding-left: 30px;"><span style="&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">D : “sibuk sih sibuk, tp bedanya orang zaman dulu ga pernah ngerasa sibuk.. yahh mgkn ADK sekarang itu ngerasa sok sibuk..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="-18pt;">
<p class="MsoNormal" style="-18pt;"><span style="&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Abis itu saya senyum2 kecil sambil introspeksi diri..</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yai8.org/2008/08/diskusi-sibuk/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Liputan Dauroh Pra Kampus</title>
		<link>http://yai8.org/2008/08/liputan-dauroh-pra-kampus/</link>
		<comments>http://yai8.org/2008/08/liputan-dauroh-pra-kampus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 03:59:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yai8.org/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dauroh Pra Kampus (DPK) untuk angkatan 2008 alhamdulillah telah dilaksanakan pada tanggal 30-31 Juli 2008. Hari pertama, DPK dilaksanakan di Cluster FIB UI. Pada ini, acara dimulai pada pukul 09.00. Pada hari tersebut ada dua materi. Materi pertama tentang Tarbiyah Berkesinambungan. Materi ini diisi oleh Akh Dodi, FMIPA UI 2003. Di sini, dibahas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>Dauroh Pra Kampus (DPK) untuk angkatan 2008 alhamdulillah telah dilaksanakan pada tanggal 30-31 Juli 2008. Hari pertama, DPK dilaksanakan di Cluster FIB UI. Pada ini, acara dimulai pada pukul 09.00. Pada hari tersebut ada dua materi. Materi pertama tentang Tarbiyah Berkesinambungan. Materi ini diisi oleh Akh Dodi, FMIPA UI 2003. Di sini, dibahas betapa pentingnya proses tarbiyah tersebut dan kondisi-kondisi yang menyebabkan seseorang bisa terputus tarbiyahnya. Setelah itu, diadakan sesi diskusi ringan yang dipandu oleh Akh Haidir, IPB 2007.</p>
<p><span id="more-12"></span>Selanjutnya, materi dilanjutkan oleh Akh Diko, Fasilkom UI 2003 tentang Dakwah Sekolah. Pada materi ini, dititikberatkan agar para alumni muda bisa kembali ke sekolah untuk tetap berkontribusi pada dakwah sekolah.</p>
<p>Setelah itu, acara dilanjutkan di Masjid UI. Setelah sholat dan makan, diadakan briefing untuk persiapan hari kedua. Acara hari pertama pun berakhir sekitar pukul 14.00.</p>
<p>Hari kedua DPK diadakan di sebuah rumah di daerah Griya Sakinah, Mampang Indah, Depok. Acara dimulai pukul 09.00. Pada hari kedua ini, ada tiga materi yang disajikan, yaitu Merancang Masa Depan, Strategi Masa Awal Kuliah, dan Dakwah Kampus.</p>
<p>Materi pertama disajikan oleh Ukh Alfa, Psikologi UI 2004. Di sini, para alumni muda dan panitia dilatih untuk merencanakan masa depan sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.</p>
<p>Materi kedua disajikan oleh Akh Chandra, Fasilkom UI 2005. Pada materi ini, diberikan berbagai strategi yang bisa dipraktikkan untuk mendapatkan kondisi akademik yang memuaskan pada awal masa kuliah.</p>
<p>Setelah istirahat, makan, dan sholat, acara kembali dilanjutkan. Kali ini materi diberikan oleh Akh Don, FH UI 2005. Di sini, para alumni muda mulai dikenalkan tentang dakwah kampus dan korelasinya dengan dakwah di lingkungan lain, seperti sekolah dan masyarakat.</p>
<p>Acara diakhiri pukul 16.00. Sebelum ditutup, diadakan sesi tukar kado.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yai8.org/2008/08/liputan-dauroh-pra-kampus/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
