Yayasan Al-Irfan
SMA 8 Kebanjiran
Foto di detik.com, SMA 8 kebanjiran:
http://foto.detik.com/readfoto/2009/01/14/092910/1068021/157/1/sma-8-kebanjiran
Jalan-Jalan
AlhamduliLlah, sabtu-ahad kemarin telah terlaksana agenda Rihlah YAI di daerah Sentul (JazakaLlah buat Sutan..). Acara yang diikuti oleh alumni dan aktivis rohis kelas 2 dan 3 ini bertujuan untuk menguatkan kembali agenda-agenda pembinaan di SMA 8.
Acara tersebut dibagi jadi 4 sesi:
- Diskusi mengenai pembinaan di SMA 8
Pada sesi ini dibahas mengenai situasi dan perkembangan terkinipembinaan di SMA 8, masukan mengenai pengelolan mentoring untuk ROHIS, dan konsep dan muatan kegiatan Maviroh (Insya Allah hari Sabtu-Ahad, tanggal 10-11/1). - Multaqo/Forum Murobbi
Sesi ini membahas masalah-masalah yang terkait dengan pengelolaan kelompok mentoring dan halaqoh, SDM alumni murobbi, perencanaan bahan-bahan tarbiyah untuk SMA 8 selama 3 tahun dan rencana agenda-agenda talaqqi, forum murobbi/murobbiyah/mentor. - Nonton Bareng
Nonton film Sang Murobbi untuk “Mencari Spirit yang Hilang”
- Wisata ke Gunung Pancar
Refreshing
. Mudah2an bisa menguatkan komitmen qta untuk tetap istiqomah.
Jazakumullah untuk semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut: Rois ‘am YAI yang memprakasai acara tsb (beserta mobil, laptop, dll), para alumni yang sudah menginfakkan sebagian hartanya ke YAI, Sutan untuk villa-nya, siswa dan alumni yang berpartisipasi dan yang lain yang mungkin menyertai dengan doa. Semoga kita bisa bersama-sama menjaga amanah ini.
Catatan:
- Salah satu masalah yang mengemuka dalam diskusi yang kami lakukan adalah pembinaan akhwat yang kabarnya kurang sehat. Mohon diklarifikasi kalo ternyata tidak benar. Namun jika benar, apa ada yang mau kasih komentar? Masalahnya serius dan sepertinya cuma akhwat yang mampu menjawab persoalan tersebut. Kalo ikhwan paling cuma bisa kasih masukan.
- Cerita lebih detil bisa dibaca di sini dan di sini.
Negara-Negara Arab Selayaknya Malu Pada Kelompok Aktivis Pembela Ghaza
Eramuslim. Negara-negara Arab seharus malu dan tergerak hatinya melihat keberanian para aktivis kemanusiaan yang berusaha melakukan perlawanan terhadap blokade rezim Zionis Israel di Jalur Ghaza.
Hal tersebut diungkapkan pimpinan Hamas Ismail Haniyah dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi Iran, Press TV. Dalam wawancara itu, Haniyah juga mendesak kepala otoritas pemerintahan Palestina Mahmud Abbas untuk melanjutkan dialog demi kepentingan persatuan nasional dan mengakhiri perpecahan di antara mereka (Fatah-Hamas).
Tim Ekpedisi Kapal untuk Membebaskan Ghaza
Eramuslim.
Aktivis perdamaian dan kemanusiaan dari organisasi Free Gaza Movement nekad untuk menerobos blokade Israel di Jalur Ghaza dengan menggunakan dua kapal penangkap ikan. Para aktivis yang berjumlah 44 orang itu memutuskan untuk masuk ke Jalur Ghaza lewat jalur laut, meski mendapat mendapat ancaman akan dibunuh.
Para pendukung aktivis itu sudah berkumpul di pelabuhan Larnaca, sebelah selatan kepulauan Cyprus pada pukul 09.50 pagi waktu setempat, untuk melepas dua kapal yang mengangkut para aktivis itu menuju Ghaza. Sebuah kapal penjaga pantai, mengawal kapal-kapal mereka sampai sejauh tiga mil dari batas pantai Cyprus.
ROHIS: Antara Eksklusif dan Inklusif
Biasanya, ROHIS identik dengan sekumpulan anak yang rajin ke mesjid dan kurang terbuka dalam bergaul. Hal ini kadang menjadi stigma negatif yang sering dipermasalahkan baik ‘orang dalam’ maupun ‘orang luar’. Sebagian memandang ROHIS itu harusnya jangan tertutup, gimana mau beramar ma’ruf nahi munkar kalau tidak mampu bergaul. Dakwah kan masalah komunikasi, bagaimana pesan tersampaikan dengan baik kalo aktivis-aktivis ROHIS bersikap menutup diri?
Tapi sebagian lagi ada yang berpendapat bahwa hal itu tidak masalah bahkan sesuatu yang baik karena dengan begitu aktivis rohis mampu mencontohkan bagaimana akhlak seorang muslim dan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang ada di dalam pergaulan anak muda pada umumnya. Selain itu, ROHIS dan aktivisnya terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif yang bertolak belakang dengan upaya dia untuk memperbaiki diri di lingkungan yang Islami. Eksklusif sebenarnya bukan disengaja, tapi konsukensi karena kita memilih untuk beda.

